Dasar Ilmu Tanah: Pondasi Kesehatan Tanah Kita
Mengakar.com - Pernahkah anda bertanya-tanya mengapa lahan anda selalu kurang optimal mendapatkan hasil panen walaupun sudah dipupuk ? Rahasianya mungkin terletak pada kesuburan tanah. Mempelajari Dasar Ilmu Tanah akan membuka mata kita tentang faktor-faktor kunci yang mempengaruhi kesuburan tanah, pertumbuhan tanaman, dan memahami peran pentingnya kesehatan tanah bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh sebab itu, perlu adanya kita mempelajari Dasar Ilmu Tanah Untuk Pondasi Kesehatan Tanah Kita agar lebih produktif.
Mengapa Kita Perlu Mempelajari Ilmu Tanah??
Ilmu yang mempelajari Tanah secara multidisipliner terdiri dari Ilmu Pedologi, Minerologi, dan Edapologi. Ketiga ilmu tanah tersebut memperlajari ilmu tanah secara mendalami terkait peran dari tanah bagi kehidupan, faktor dan proses pembentukan tanah, pentingnya menjaga kesehatan keseburan tanah hingga permasalahan yang terjadi jika kesehatan tanah kita menurun. Jadi, mengapa kita perlu mempelajari ilmu tanah secara dasar?? Hal ini disebabkan, dengan kita mempelajar ilmu tanah kita dapat mengetahui bagaimana meelestarikan tanah bagi kelangsungan ekologi, memahami karakreristik lahan dengan kondisi tanah yang tidak sehat, memahami variabilitas tanah dan penyebab awal kerusakan tanah, dan dapat merancang atau memodifikasi pengolahan tanah ketika kita memiliki lahan pertanian/perkebunan yang mulai tidak produktif.
Apa sih itu Tanah?
Tanah didefinisikan dalam ilmu terminologi pertanian/kehutanan/perkebunan adalah permukaan bumi yang menjadi tubuh alam dinamis, terdiri dari campuran mineral dan bahan organik. Komposisi dari penyusun tanah terdiri dari 45% mineral, 5% bahan organik, 25% udara dan 25% air.
Komposisi ini menjadikan tanah sumber nutrisi terbaik karena kandungan mineral yang tersimpan sebagai sumber nutrisi tumbuhan dan mikroba tanah. Selain itu, keseimbangan antar komponen udara dan air menjadi kunci kondisi tanah yang optimal sebagai habitat pada mikroorganisme dan menunjang pertumbuhan perakaran tanaman. Keseimbangan tersebut, jika terdapat pergeseran sedikit saja dapat menjadi indikator terjadi permasalahan yang cukup serius.
Peran Tanah? Sebagai apa saja?
Secara umum tanah memiliki peran sebagai tempat hidup dan berkembangnya seluruh makhluk, serta sebagai sumber penyimpanan nutrisi bagi tanaman. Peran dari tanah menurut ilmu Pedologi Pertanian secara singkat sebagai berikut:
- Media temoat tumbuh perkaran dan menunjang mekanik akar jangkar.
- Regulasi ketersediaa air dalam tanah
- Penyuplai ketersediaan Oksigen di udara
- Penyedia unsur hara ataupun pembentukan mineral logam
- Tanah sebagai Buffer atau Penyangga, bila mana terjadi pergeseran komponen penyusunan tanah maka tanah masih dapat menyangga perubahan tersebut seperti menjaga kelembapan tanah, temperatur, dan pH tanah.
- Tanah sebagai Filter, keberadaan tanah yang sebagai Filter atau penyaring membantu mengurangi jika terjadi pencemaran air hujan sebelum mengalir ke hulu sungai. Ataupun, tanah berperan dalam menyaring limpasan bahan-bahan organik tanah yang terbawa oleh aliran air hujan sehigga mengendap di tanah.
Gejala Awal Permasalahan Kesehatan Tanah
1. Kendala Fungsi Mekanik dan Penyedia Aerasi Tanah

Gejala yang menjadi indikator pada permasalahan kesuburan tanah secara fisik atau mekanik adalah, terjadinya penggenangan, terdapat rekahan pada kondisi tanah kering, tanah terlalu gembur atau porous, dan tanah memiliki suhu yang terlalu rendah atau tinggi. Hal ini umumnya disebabkan adanya pemadatan pada tanah sehingga aerasi dan infiltrasi tanah berkurang, terjadilah limpasan permukaan yang menyebabkan berkurangannya bahan organik tanah, hingga akhirnya terjadi penurunan kesuburan tanah jika terlalu basah dia akan sangat lengket (liat) dan ketika terlalu kering tanah akan kering, keras dan retak-retak.
2. Kendala Biokimia Tanah dalam Menyangga Kesehatan Tanah

Gejala yang terjadinya penurunan kesuburan dan kesehatan tanah selanjutnya hanya dapat terlihat jika kita melakukan analisis lebih lanjut dan mendalam. Namun, kita dapat melakukan pengamatan dengan bantuan dari respon suatu tanaman. Umumnya, tanaman akan memiliki respon yang khas disetiap terjadinya defisiensi ataupun keracunan mineral. Contoh, tanaman akan mengalami klorosis atau menguning seluruh tubuhnya menandakan tanaman kekurangan Nitrogen, tanaman juga akan mengalami kekeringan di pinggir daun tuanya menandakan tanaman kekurangan Kalium, dan tanaman mengalami perubahan warna daun keunguan yang menandakan tanaman kekurangan Fosfor. Selain itu, gejala-gejala kekurangan unsur hara atau defisiensi ini umumnya bisa kita lihat secara sekilas pada lahan jika Kondisi lahan memiliki pH Tanah terlalu basa ataupun terlalu masam, tidak adanya bahan organik ataupun tanaman-tanaman pioner yang tumbuh, munculnya rekahan yang berkarat kemerahan pada tanah.
Lalu, Perawatan Kesehatan Tanah itu Seperti apa ya?
Kita dapat merawat dan melestarikan kesehatan tanah melalui beberapa tahap sederhana yakni:
- Tidak membersihkan bahan organik ataupun tumbuhan kecil (rerumputan) pada lahan
- Jika sudah terlanjut terbuka lahanya, bisa diberikan penutup permukaan tanah seperti Mulsa ataupun bisa menggunakan pelepah-pelepah dedaunan.
- Saat sebelum digunakan budidaya pertanian/perkebunan sebaikanya perlu adanya kegiatan mengistirahatkan tanah agar dapat pulih kembali
- Sebelum budidaya tanaman juga dapat diberikan kapur organik (Dolomit, Kalsit) untuk membantu dalam meningkatkan pH tanah yang terlalu masam.
- Menjaga irigasi dan kelembapan tanah, agar dapat menjaga kondisi yang optimal bagi mikroba tanah melakukan tugasnya sebagai dekomposer dan perombak mineral di dalam tanah
- Tidak menggunakan pupuk anorganik secara berlebihan
- Serta, Cacing adalah sahabat dan pelayan dari pembentukan tanah yang sehat dan subur


Posting Komentar untuk "Dasar Ilmu Tanah: Pondasi Kesehatan Tanah Kita"