Mekanisasi Pertanian || Teknologi Pemumpukan
Mengakar.com - Alat Pemupukan adalah mekanik pertanian yang digunakan pada kegiatan penambahan pupuk atau nutrisi tambahan pada kegiatan budidya tanaman. pada artikel kali ini, kita akan membahas mengeni alat mesin Pemumpukkan yang dapat teman-teman baca dan pahami sebagai bahan pembelajaran Mekanisasi pertanian sub-bab 4. berikut Mekanisasi Pertanian Teknologi Pemupukan
Alat Pemupuk Tenaga Manusia
Alat pemumpuk tenaga manusia merupakan jenis teknik pertanian tradisional yang udah ada pada sejak zaman purba sehingga, teknik peumpukkan ini menjadi cikal bakal pengembangan teknologi pertanian pada kegiatan pemumpukkan. Berikut ciri-cirinya:
- Butiran kering: penyebaran menggunakan tangan
- Organik: pengangkutan menggunakan keranjang / karung, pembenaman menggunakan cangkul
- Kapasitas kerja penyebar pupuk pada tanaman padi adalah 1 orang pria dalam 6 jam per hektar, pada tanaman jagung atau singkong sekitar 5 orang pria selama 6 jam per hektar.
Alat Pemumpuk Semi Mekanis
Alat pemumpuk semi mekanis merupakan pengembangan teknik tradisional pertanian yang dahulunya menggunakan sumber tenaga manusia, kini dibantu dengan adanya media perantaram seperti sudah ada roda, kemudia, tong/wadah dan sebagainya. Ciri-ciri alat pemupuk semi mekanis ini sebagai beriku:
- Tenaga Penggerak: manusia
- Pengeluaran pupuk: perputaran roda
- Kemampuan 100 – 1400 kg / ha dengan jarak alur 30 cm
- Hasil pengujian : kapasitas 12 – 13 jam / ha pada lahan kering: kapasitas 15 – 16 jam /ha pada lahan basah
Alat Pemupuk Tenaga Hewan
Alat pemupuk tenaga hewan ini memiliki ciri ciri sebagai berikut:
- Pada umumnya digunakan untuk pupuk padat
- Untuk pupuk butiran: 2 roda; pupuk kandang: 4 roda
- Penyebaran pupuk : perputaran roda
- Operator: 1 atau 2 orang (pengeluaran pupuk dan jalan ternak)

Alat Pemupuk Tenaga Traktor
Alat pemupuk yang menggunakan traktor merupakan jenis pengembangan teknik pemupuk yang sudah sangat modern, karena dengan menggunakan traktor akan mempersingkat waktu dan biaya serta effisien kerja. Namun, memerlukan biaya yang relatif lebih mahal karena traktor menggunakan bahan bakar.
1.) Traktor Penyebar Pupuk Organik
Traktor penyebar pupuk organik memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Fungsi : membawa pupuk organik ke lapangan, menghancurkan dan menyebarkannya diatas tanah secara seragam.
- Penyebaran biasanya dilakukan sebelum pengolahan tanah pertama.
- Pengoperasian : alat berada dibelakang traktor. Biasanya alat beroda 2, tetapi ada juga yang beroda 4 sehingga dapat ditarik oleh traktor dan hewan.
- Tenaga untuk operasi alat berasal dari putaran roda bagian belakang melalui transmisi rantai atau ”Power Take Off” (PTO) traktor.
2.) Traktor Penyebab Pupuk Buatan
Traktor penyebar pupuk buatan ini terbagi menjadi 2 yaitu pupuk butir dan cair, namun traktor ini memiliki ciri khusus yaitu:
- Untuk mengurangi biaya operasional, alat pemupukan dapat digabung dengan alat penanaman dan penyiangan.
- Banyak alat penyebar benih dan pupuk menggunakan alat yang sama, dan ini akan menyebabkan kontak antara benih dan pupuk.
- Kontak antara benih dan pupuk sedapat mungkin dihindarkan, terutama yang berkonsentrasi tinggi, karena dapat terjadi kerusakan.
Peralatan untuk pupuk kering dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :
1. Band Aplicator
2. Broadcast Aplicator
Peralatan dari ”Band Aplicator” terdiri dari komponen-komponen :
1. Corong pemasukan (hopper)
2. Pengatur (matering device)
3. Tabung pengeluaran (drop tubes)
4. Pembuka alur (opener)
5. Saluran pupuk
Penempatan pada permukaan tanah Komponen-komponen penting dan kegunaannya adalah:
1.Tangki : membawa pupuk
2. Pipa : menyalurkan pupuk dari tangki ketanah
3. Pisau : membuka tanah
4. Pengatur aliran: mengatur aliran sesuai keperluan.
Kelemahan dari penyebaran pupuk buatan cairan: hanya mungkin dilakukan bila tanaman memerlukan air dan kemungkinan penguapan (evaporation) pupuk melalui air.
Ada 3 jenis cara sistem pengaliran pupuk cair dari tangki ke bagian distribusi, yaitu:
1. Gravitasi (gravity force)
2. Pompa
3. Tekanan udara
Metode Aplikasi pemupukan dengan Variabel Laju
A. Berdasarkan Pemetaan
Pemetaan dilakukan sebagai bentuk data yang akan dimasukkan ke dalam sistem kerja dari program pemupukkan. Peta digunakan untuk memberikan kondisi lahan (lahan, penyerangan hama, rencana data algoritma teknik). Oleh sebab itu, dengan adanya informasi dari pemertaan akan mempermudah dalam mengambil suatu strategi rencana pemupukan. Berikut bentuk dari perencanaan aplikasi pemupukan dengan variabel laju, yaitu:
- Melakukan sampling tanah secara sistematik (dan analisa lab) pada lahan
- Membuat peta site – specific sifat-sifat hara tanah yang penting
- Menggunakan beberapa algoritma untuk mengembangkan peta aplikasi pemupukan sitespecific
- Menggunakan peta aplikasi untuk mengendalikan aplikator pemupukan dengan variabel laju
- Sebuah sistem positioning digunakan selama sampling dan aplikasi untuk mengetahui dan merekam secara terus menerus posisi alat pada lahan.
Keuntungan dari metode analisa pemetaan, yaitu:
- Dapat diketahui jumlah produk yang akan dibutuhkan
- Pengguna memiliki data base yang dpt digunakan untuk sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan manajemen
B. Berdasarkan Sensorik
Metode aplikasi laju pemupukan kali ini menggunakan sistem kerja sensorik, sehingga para petani tidak memperlukan adanya pengambilan sampel kondisi lahan. Sistem sensorik mempercepat analisa data karena tidak memerlukan sistem DGPS dan analisa data awal. Namun, kesulitan dari sistem sensorik memerlukan pengembangan sensor agar dapat berkerja dengan akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan pada kecepatan kerja yang efektif. Selain itu, sistem sensorik juga membutuhkan penyesuaian penginderaan olah data dan penyesuaian laju aplikasi dengan mesin.
Keuntungan dari Metode aplikasi laju sensorik yaitu:
- Analisis data pra aplikasi bisa dihilangkan
- Tidak ada penundaan waktu antara pengukuran dan aplikasi
- Sistem mandiri

Posting Komentar untuk "Mekanisasi Pertanian || Teknologi Pemumpukan"